6. Apakah yang dimaksud dengan hiposentrum dan episentrum gempa?
7. Tidak semua gempa bumi bisa menyebabkan tsunami. Sebutkan syarat suatu gempa bumi yang bisa menyebabkan tsunami.
8. Bagaimana cara mendeteksi terjadinya tsunami?
9. Hal-hal apakah yang harus diperhatikan selama tsunami terjadi?
10. Siklus air dibedakan menjadi siklus kecil, siklus sedang, dan siklus besar. Jelaskan bagaimana terjadinya siklus air sedang.
Jawaban:
5. Gempa bumi terjadi akibat adanya pelepasan energi yang mendadak pada pusat gempa bumi. Pusat-pusat gempa bumi berada di pertemuan lempeng tektonik dan jalur sesar/patahan.
6. Hiposentrum (pusat gempa) adalah titik atau garis dalam litosfer yang menjadi tempat terjadinya gempa. Adapun episentrum adalah titik atau garis di permukaan Bumi sebagai tempat gelombang gempa dirambatkan ke wilayah di sekitarnya. Letak episentrum adalah tegak lurus terhadap hiposentrum
7. Gempa bumi bawah laut,
Terdapat syarat-syarat gempa dapat menyebabkan tsunami, yaitu: Pusat gempa terletak di kedalaman 0 hingga 30 kilometer dibawah permukaan air laut. Semakin dangkal pusat gempa, maka akan semakin besar potensi terjadinya tsunami. Gempa yang terjadi berskala di atas 6,5 skala richter.
8. Untuk mendeteksi tsunami di lautan, diperlukan Deep-Ocean Assessment and Reporting of Tsunami (DART). Sistem ini menempatkan pelampung khusus, yaitu Deep-Ocean Tsunami Detection Buoys atau biasa disebut buoy. Sistem ini berguna untuk mendeteksi perubahan level permukaan air laut.
9. Hindari sungai dan jembatan. ...
Jika di pinggir pantai berlarilah ke tempat tinggi. ...
Berusaha berada di atas air. ...
Relakan harta benda. ...
Jangan pilih kendaraan mobil untuk evakuasi.
10. Siklus sedang
Di ketinggian tertentu, uap air mengalami proses kondensasi menjadi awan. Awan kemudian menjadi hujan yang jatuh di daratan, meresap ke dalam tanah, sebagian akan diserap oleh akar tumbuhan, sebagian lagi akan terbawa aliran air permukaan seperti sungai dan parit.
penjelasan:
semoga membatu :)
[answer.2.content]